Archive

Archive for January, 2011

Di manakah tempat sepatut cerah dalam RBW?

31 January 2011 Leave a comment

Di manakah patut cerah dalam RBW?

Aku rasa tempat patut cerah ialah ruang antara lantai,

kenapa?

sebab supaya anak walet yang berusia 42 hari senang untuk keluar RBW,

kalau tidak?

anak walet tadi akan sesat tak boleh keluar dan mampus da dalam RBW.

cara nak cerah? buat lobang paip 4 in atau pasang lampu merah watt kecil (menurut en wan zul sahabat ambo yang juga the big thinker)

Categories: Uncategorized

Rumah Burung Walet MODAL MATI?

31 January 2011 Leave a comment

Memang betul…modal mati……aku nak bagi satu falsafah:

Orang bijakpandai cari duit berkata:

Haiya,,,,,mana ada olang cali wang……mesti kena wang cali wang…..bukan olang cali wang…JADI dalam dunia walet ni:

kita mesti buat walet cali wang

 

Categories: Uncategorized

Merancang rumah walet…gaya camno hah?

31 January 2011 Leave a comment

Merancang rumah walet.

Bentuk rumah walet kini beragam model dan design disebabkan oleh pengaruh dari teknik-teknik pembuatan yang semakin moden dalam mengembangkan kemajuan RBH.

Secara kaar, pembagian rumah walet berdasarkan antara lain pada:
– Ukuran luas bangunan rumah walet.
– Model sekat-sekatan.
– Rumah satu tingkat atau lebih.

Elemen utama yang terdapat dalam rumah walet antara lain terdiri dari:
– Lubang pintu masuk orang.
– Lubang masuk burung (LMB).
– Lubang antara lantai (LAL) atau Void.
– Lubang antara ruang (LAR).
– Lubang inlet dan outlet udara atau Air Ventilation (AV).

Elemen penting yang terdapat dalam rumah walet antara lain:
– Sekat dinding untuk membagi ruang per ruang.
– Lagur atau papan sirip tempat walet membuat sarang.
– Tangki penampung air (kolam air) atau mesin pengabut.
– Sound system.
– Sarang tipu.
– Kipas
– Mechanical & Electrical (ME).

Pembagian ruangan-ruangan di dalam rumah walet antara lain:
– Adaptation Room (AR)
– Roving Room (RR).
– Nesting Room (NR).
– Equipments Room (ER).
– Extra feeding production room (EFR).

Pada prinsipnya, rumah walet dibangun dengan tujuan agar walet mau masuk kemudian menginap sehingga pada akhirnya membuat sarang seperti yang diharapkan. Untuk mewujudkan hal ini diperlukan perencanaan awal yang matang. Idealnya adalah menyiapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sesuai dengan desain rumah walet yang baik. Bukan sebaliknya, desain rumah walet disesuaikan dengan Rencana Anggaran Pelaksanaan (RAP) yang seadanya.
Tidak ada ukuran standard luas bangunan rumah walet maupun model desainnya. Namun meski demikian, prinsip dasar dalam menentukan ukuran luas minima rumah walet tidak boleh diabaikan. Prinsip dasar ini berdasarkan pada kemudahan-kemudahan yang diperlukan oleh burung walet untuk melakukan manuver terbangnya. Baik secara horizontal maupun kecenderungan terbang secara vertical.

Memberikan kemudahan pada walet untuk melakukan manuver terbangnya bukan berarti harus membuat ruangan selapang-lapangnya. Ruangan yang berukuran relatif besar boleh berakibat burung baru akan sering berpindah-pindah tempat. Walet akan lebih lama menemukan tempat yang sesuai untuk membuat sarang. Dan boleh menjadi fragile karena burung akan terpisah-pisah satu sama lain.

Adaptation Room (AR) adalah suatu ruangan yang berfungsi sebagai living adjustment sebelum walet berani melakukan eksplorasi lebih ke dalam dan dapat mencegah walet cepat keluar “tanpa merasa dijebak”. Sebagai ruang perantara atau ruang transisi, maka sifatnya adalah optional. Jika memungkinkan, maka boleh dibuat.

Roving Room (RR) adalah ruang yang pertama kali dijelajahi oleh walet setelah melewati LMB. Sebenarnya tidak ada faktor signifikan yang membedakan antara Roving Room dengan Nesting Room, kecuali bila pada RR tersebut tidak diberikan sarana pendukung seperti pada NR. Dan memberikan perlakuan yang berbeda di antara keduanya, menurut pandangan saya itu adalah sebuah kekeliruan.
Hal ini bisa dilihat pada contoh bentuk desain rumah walet minimalis, dimana RR dan NR menjadi satu dan tidak memiliki lubang antar lantai (LAL). Apabila terjadi pengembangan luas bangunan rumah walet akibat populasi yang mulai padat, apakah perlakuan terhadap ruangan tersebut akan berubah dan berbeda (karena berubah nama menjadi RR) dengan ruangan yang baru dibangun (NR)?
Lantas kenapa pada rumah walet yang sudah mempunyai ruangan RR dan NR yang terpisah sejak awal tidak diperlakukan hal yang sama di antara keduanya?
Karena kebanyakan orang menganggap bahwa RR adalah tempat numpang lewat walet menuju NR.

Nesting Room (NR) boleh dibilang sebagai tempat tujuan akhir setelah walet melakukan eksplorasi terhadap rumah walet. Oleh sebab inilah, maka NR mendapatkan porsi lebih dalam perlakuannya. Segala cara diupayakan di ruangan ini agar walet mau tinggal dan menginap selamanya serta mau membuat sarang seperti yang diharapkan semua penangkar walet. Di ruangan ini pula segala aplikasi yang diterapkan diamati dengan seksama. Mulai dari pola nesting plank dan bahan material yang dipakainya, suara walet yang dibunyikan, sampai dengan perubahan iklim mikro yang terjadi di dalamnya.

Equipments Room (ER) adalah ruang yang digunakan untuk menyimpan segala peralatan yang berkaitan dengan pengelolaan rumah walet, seperti; peralatan untuk panen sarang walet, sound system, dan alat-alat lainnya agar tidak mudah rusak karena pengaruh kelembaban yang tinggi.

Extra feeding production room (EFR) dipersiapkan bila ada rencana untuk memproduksi sendiri serangga yang diternak sebagai makanan tambahan bila memasuki musim kemarau.

Lubang masuk burung (LMB) adalah termasuk elemen yang terpenting dari rumah walet. Merencanakan ukuran dan posisi peletakan LMB tergantung pada lokasi dan desain rumah walet itu sendiri. Seperti pada lokasi yang bebas dari predator pemangsa walet (seperti burung hantu) bisa dibuat dengan ukuran yang relatif lebih besar.
Untuk mengetahui posisi peletakan LMB yang paling baik, bisa dibuatkan LMB pada tiap-tiap sisi dindingnya lebih dahulu. Setelah mengetahui posisi LMB yang paling efektif dimasuki burung walet, maka lubang-lubang lainnya dapat ditutup kembali.
Apabila terdapat lebih dari satu LMB yang sama-sama efektif, maka perlu disesuaikan kembali desain tata ruangnya agar tidak terjadi “kebocoran”. Kebocoran yang dimaksud di sini adalah burung yang masuk dari LMB yang satu, tidak cepat keluar lagi lewat LMB yang lain. Jika penyesuaian desain tata ruang tidak memungkinkan, maka sebaiknya dipilih satu saja LMB yang terbaik.

Lubang antar lantai (LAL) adalah bagian dari salah satu elemen rumah walet yang menghubungkan ruang pada lantai yang satu dengan ruang pada lantai yang lainnya. [Baca: Antara Lubang Masuk Burung (LMB) dan Lubang Antar Lantai (LAL).]
Lubang antar lantai (LAL) pada rumah walet bertingkat, ukuran dan posisinya ditentukan oleh ukuran ruangan tersebut dan ketinggian plafondnya.
Dibandingkan dengan LMB, maka LAL mempunyai kelemahan bila dilihat dari sisi kemudahan walet melakukan manuver terbangnya. Tanpa elemen pendukung, maka walet-walet baru yang melakukan eksplorasi di tempat tersebut akan relatif lama beradaptasinya. Penggunaan suara walet dan pemasangan tweeter yang tepat adalah elemen pendukung yang paling tepat untuk menuntun walet-walet baru tersebut menyusuri dan melewati LAL.

Lubang antar ruang (LAR) adalah bagian yang lain dari elemen rumah walet yang menghubungkan ruang yang satu dengan ruang yang lainnya pada satu lantai yang sama. LAR bisa dibuat relatif lebih kecil (baca: sempit) ukurannya daripada LAL karena cara manuver terbangnya yang sama seperti ketika memasuki LMB.

Lubang inlet dan outlet udara atau Air Ventilation (AV) adalah lubang-lubang kecil yang dibuat pada dinding untuk keperluan mengatur keseimbangan kondisi suhu dan kelembaban di dalam rumah walet agar sesuai dengan habitat walet.
Fungsi lain dari Lubang ventilasi adalah dapat menciptakan pola aliran udara sedemikian rupa di dalam rumah walet, sehingga dapat membantu mengarahkan burung masuk lebih ke dalam. Oleh karena itu jumlah lubang udara (AV) sangat relatif, tergantung pada kebutuhan yang disesuaikan dengan desain rumah waletnya.

Sekat dinding dibutuhkan pada rumah walet yang berukuran cukup besar sebagai pembatas/pemisah ruangan. Sekat-sekat ini bukan hanya sekedar untuk membagi ruang per ruang, tetapi juga berfungsi untuk menstabilkan suhu dan kelembaban di dalam rumah walet, mencegah terjadinya cross ventilation, mengurangi intensitas cahaya yang masuk, meredam polusi suara dari luar rumah walet, mempermudah burung menghapal tempat sarangnya, dan lain sebagainya.

Lagur atau sirip merupakan sarana tempat walet membuat sarang. Penataan polanya mengikuti tata ruang rumah walet yang ada. Lagur ini bisa dibuat dari beberapa bahan material, seperti; kayu, beton cor, aluminium, dan lain sebagainya. Lebarnya mulai dari 12cm hingga 20cm. Jarak antar lagurnya pun bervariasi, mulai dari 20cm hingga 50cm.
Pola pemasangan nesting plank sangat beragam, namun yang paling umum dipakai peternak walet adalah model kotak-kotak (kotak tahu) dan model garis-garis sejajar. Ada juga pola model piramid terbalik atau model susun anak tangga terbalik.
Apapun bahan material dan bentuk modelnya, nesting plank harus memiliki sifat yang kokoh, kasar permukaannya dan tahan lama. Untuk mempercepat dan mempermudah burung-burung muda belajar membuat sarang untuk pertama kalinya, maka sebaiknya diberikan sarana tambahan pada nesting plank tersebut berupa sarang buatan (imitasi) atau potongan dari styrofoam atau apapun yang dapat menjadi dudukan pondasi awal sarang walet. Bisa juga dibuatkan alur (groove) pada nesting plank tersebut.
Treatment pada nesting plank akan menentukan berhasil tidaknya pengembangan populasi di kemudian hari.

Bak penampung air (kolam air) atau mesin pengabut sangat membantu untuk menaikkan kadar air di udara pada rumah walet di kawasan beriklim panas. Kelembaban (RH) yang mencapai kestabilan ideal sangat mempengaruhi walet dalam membuat sarangnya. Terlalu kering atau terlalu lembab akan menyulitkan walet membuat sarang. Selain itu juga akan berakibat menurunkan grade sarang.

Sound system saat ini sudah menjadi jantung dalam budidaya walet. Bahkan boleh dibilang, tanpa ada sound system di rumah walet maka bukanlan sebuah rumah walet. Demikian penting perannya, sehingga elemen pendukung yang satu ini banyak mendapatkan porsi perhatian yang paling besar, sehingga kemajuan perkembangannya dalam teknik dan aplikasinya sangat pesat. Mulai dari yang konvensional sampai yang modern. Mulai dari yang sederhana sampai yang rumit. Maka bila kita berbicara soal sound system dan suara walet, tentunya akan menyita waktu yang sangat panjang dan seolah-olah tidak ada habisnya.

Pengalaman panjang saya mengamati suara walet selama bertahun-tahun belum tuntas hingga kini. Selalu ada yang baru dan baru terus. Awal mula saya mengenal penggunaan sound system dalam dunia perwaletan masih dengan sistem suara mono. Maksudnya, lagu suara walet yang digunakan untuk suara panggil (suara luar) sama jenis lagu suaranya dengan suara untuk di dalam rumah walet (suara inap). Kemudian maju setahap lebih maju, yaitu lagu suara walet untuk memanggil walet berbeda dengan lagu suara walet untuk membuat walet mau menginap. Perkembangan berikutnya adalah, lagu suara panggil memakai dua lagu suara walet yang berbeda, begitu juga untuk suara inap memakai sedikitnya dua macam lagu suara walet.

Dan belakangan ini, teknik tata suara walet sudah memanfaatkan teknik surround. Aplikasi teknik surround dalam dunia perwaletan berbeda dengan aplikasi teknik surround seperti dalam home theater. Dalam dunia walet, tidak dibatasi oleh sistem 5.1 atau 7.1, tetapi bisa mencapai belasan bahkan puluhan tweeter. Tergantung kesanggupan sang composer dalam membuat lagunya. Hal ini memang masih baru dan belum lazim diterapkan dalam dunia budidaya walet.

Dibandingkan dengan sistem tata suara walet yang sederhana, tentu saja sistem tata suara walet dengan menggunakan teknologi surround akan memiliki selisih yang jauh dalam hal besarnya biaya. Tingkat kesulitan dalam pembuatannya pun juga jauh lebih rumit. Sebandingkah efektifitas yang dihasilkannya? Hal ini pun belum pernah dipublikasikan. Bagi penangkar walet yang merasa “sudah puas” dengan apa yang ada, tentu teknik tata suara walet seperti ini tidak akan diminati.

Categories: Uncategorized

RAHSIA MEMASANG TWETER

20 January 2011 Leave a comment

Untuk hasil terbaik dan suara yang dihasilkan tweeter merata di setiap ruangan penggunaan kabel harus diperhatikan betul, kabel penghubung dapat digunakan kabel untuk telepon yang berkualiti dengan ukuran kawat 0.6 mm maupun kabel serabut. Yang terpenting memiliki ukuran diatas 0.5 mm.

Satu hal lagi yang tak kalah penting adalah arah hadap tweeter, hindari pemasangan tweeter saling berhadapan 90*. Posisi demikian membuat suara yang dihasilkan bertaburan sehingga membuat walet binggung mencari sumber suara. Sebaiknya posisi tweeter dihadapkan ke arah pintu masuk setiap ruangan dan pintu masuk antara lantai.

Tweter wajib ada dipenjuru sudut kayu sirip, pastu biar seimbang bunyi…Di lubang masuk wajib pasang dua tweter,

Categories: Uncategorized

Hukum Memakan Sarang Burung Layang-Layang fatwa Keputusan

16 January 2011 Leave a comment

Hukum Memakan Sarang Burung Layang-Layang fatwa Keputusan:

Muzakarah Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Ugama Islam Malaysia Kali Ke-79 yang bersidang pada 6 – 8 September 2007 telah membincangkan Hukum Memakan Sarang Burung Layang-Layang. Muzakarah telah memutuskan bahawa hukum memakan sarang burung layang-layang adalah harus.

Categories: Uncategorized

Khasiat sarang burung layang-layang (Walet)

15 January 2011 Leave a comment

Khasiat sarang burung layang-layang (Walet)

Khasiat sarang burung layang-layang Sejak dulu lagi, khasiat sarang-sarang burung layang-layang atau walet didapati mempunyai dua nilai pemakanan tinggi yang sangat unik dan aktif iaitu faktor stimulasi mikrogenik. Kedua-dua faktor itu membantu merangsang sel dan penghasilan semula struktur sel badan, serta dikatakan menjadi punca utama penghasilan kulit yang muda, lembut, licin dan halus. Selain membekalkan kecantikan pada kulit, sarang burung itu juga membuktikan ia sangat berkhasiat kerana mengandungi bahan yang boleh memberikan tenaga dan pemulihan dalaman, khasnya melancarkan sistem aliran darah dengan lebih lancar. Penyelidikan saintifik moden mendapati ia mengandungi mineral kepekatan tinggi, protein aktif serta protein gelatin, sekali gus menjadikan ia produk kesihatan semula jadi yang tulen sekali gus bagus untuk semua peringkat usia. Pengambilan sarang burung dalam jangka panjang adalah ketahanan terbaik terhadap penuaan, manakala unsur protein aktif dalam sarang burung turut merangsang pembesaran sel dalam sistem imunisasi, lantas menguatkan imuniti badan dalam melawan penyakit. Sarang burung juga sesuai bagi wanita hamil kerana ia memberi faedah kepada ibu dan bayi. Ini amat jelas berikutan bayi yang dilahirkan akan memiliki kulit yang sangat cerah lagi halus, serta fungsi badan lebih kuat berbanding bayi lain dan ibu juga pulih lebih cepat selepas melahirkan. Secara lazimnya, manfaat sarang burung itu boleh dinikmati melalui hidangan yang disediakan, bergantung kepada cita rasa tersendiri untuk menambahkan kenikmatan ketika menjamu. Bagaimanapun ia memerlukan kos yang tinggi untuk setiap pengambilan. Namun kini, menyedari khasiatnya dan permintaannya semakin tinggi terutama untuk kecantikan, ia boleh didapati dalam bentuk sapuan dengan harga yang murah dan mudah dimiliki oleh semua golongan.

Buat pertama kalinya, Nutox Oxyfusion memperkenalkan rangkaian produk kecantikannya yang berasaskan kolagen sarang burung walet yang bertindak sebagai cara penyelesaian terhadap kehendak wanita yang sentiasa menginginkan wajah kekal awet muda. Ekstrak sarang burung walet mampu membuatkan bahan-bahan aktif yang terkandung mudah menyerap jauh ke dalam lapisan kulit untuk membaikpulih struktur epidermis, menebalkan kulit dan menyamar garisan halus serta kedutan selain membekalkan keanjalan jangka masa panjang pada wajah.

Manfaat sarang burung layang-layang ( Walet ) # Kajian perubatan Cina di Beijing mendapati sarang burung walet menjadikannya agen pemutihan kulit dan juga baik untuk kesihatan mata. Bagi penghidap asma, ia juga menjadi agen terbaik memulihkan sistem pernafasan dan memperkuatkan paru-paru.

Hasil daripada eksperimen dan penelitian menunjukkan bahawa sarang burung bermanfaat sebagai:

# Zat kolagen yang terkandung dalam setiap sarang burung walet dapat melancarkan pembuluh darah, meningkatkan nafsu makan serta memperbaiki saluran pencernaan.

# Sarang burung walet dapat mengurangkan kahak dan menyembuhkan batuk. Ini juga adalah nutrisi yang bagus untuk paru-paru dan menguatkan saluran pernafasan. # Pengambilan sarang burung walet ketika kehamilan dapat mengurangi rasa sakit pada punggung, memperkuat paru-paru bayi yang dikandung. Juga dapat mempercepat proses penyembuhan setelah melahirkan. # Untuk wanita, pemakanan secara teratur dapat meningkatkan daya metabolisme, memperbaiki kulit serta melambatkan proses penuaan. # Untuk orang tua, pemakanan secara teratur dapat menguatkan urat dan tulang serta meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit.

# Untuk kanak-kanak, sarang burung berkenaan dapat membesarkan daya serap nutrisi yang ada pada setiap makanan dan memperkuatkan paru-paru. # Dipilih sebagai makanan yang amat baik kepada para perokok selain dapat mengurangkan kesan yang ditimbulkan daripada nikotin dan mencegah serangan barah.

Categories: Uncategorized

Pintu Masuk dan void

10 January 2011 Leave a comment

Ukuran minimal pintu masuk walet untuk gedung baru, sekitar 40 cm X 60 cm. Sedang ukuran maksimal, sekitar 80 cm X 100 cm.

 

Ukuran standar void sekitar 2 m x 2m. Jika void terlalu kecil, walet tentu akan kesulitan turun.

Categories: Uncategorized
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.